| Sepenggal Waktu Terlewat |
|
| Sepenggal Ayat |
| |
| Komentar Anda |
|
| Status Anda |
|
|
| Saturday, January 24, 2009 |
| Toek : Rekan²ku di Dunia Maya |
Assalamu alaikum wr, wb… Tak terasa dari gerakan jemari di tuts keyboard ini tlah membawa sy mengenal jagat maya ini. Entah sdh brp lama hal ini berjalan dgn indahnya. Jalinan ukhuwah ini terangkai melalui kata-kata ,walau entah kita prnh bertemu muka ato tdk dlm dimensi ruang & waktu yg terpisah… Namun demikian,tak dipungkiri bgt byk pelajaran & ilmu yg kudapat dr kalian smua sobat.Kalian ajarkan ttg cinta, persahabatan, keteguhan hati, ketulusan jiwa, persaudaraan, dan semua kebaikan tuk rekanmu yg naif ini. Sobat… Maka saat ini, izinkan diri ini tuk mengucapkan TERIMA KASIH atas smuanya. Dan MOHON MAAF yg sebesar²nya bila slm ini ada kata,ketikan, tulisan saya yg krg berkenan di hati sobat sekalian… Seraya berucap SYUKUR pada-Nya atas limpahan anugrah-Nya atas PERSAHABATAN & PERSAUDARAAN ini. Entah kapan lagi kita bisa bersua dalam kata & sapa. Insya Allah, di suatu wakt nanti…entah kapan itu, saya kan kembali. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dlm rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya & penuhilah dgn cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman &keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkan dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya pelindung & penolong. Semoga Allah ridha dgn semua ini.Amin. Pamit Undur dr jagat maya…tuk jangka waktu yg tak pasti… ” pergi,…tuk kembali” Wassalamu alaikum wr, wb. (Demangan, Yogya … menanti fajar menyinsing) Labels: bijak, cinta hikmah, hidup, Renungan, Sekedar Kata, waktu
Read more!
|
posted by guzee @ 4:53 AM  |
|
|
|
| Monday, January 12, 2009 |
| Tolong sampaikan pada si dia… |

Tolong sampaikan pada si dia… Tolong beritahu si dia, aku ada pesanan buatnya.. Tolong beritahu si dia, cinta agung adalah cintaNya.. Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa..
Tolong nasihati si dia, jgn menyintaiku lbh dr dia menyintai Yang Maha Esa.. Tolong nasihati si dia, jgn mengingatiku lbh dr dia mengingati Yang Maha Kuasa.. Tolong nasihati si dia, jgn mendoakanku lbh dr dia mendoakan ibu bapanya..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah krn di situ ada syurga.. Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu bapanya krn di telapak itu syurganya..
Tolong ingatkan si dia, aku terpikat kerana imannya bukan rupa.. Tolong ingatkan si dia, aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta.. Tolong ingatkan si dia, aku kasihinya kerana santunnya..
Tolong tegur si dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia.. Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya.. Tolong tegur si dia, andai nafsu mengawal fikirannya..
Tolong sedarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa.. Tolong sedarkan si dia, aku masih milik keluarga.. Tolong sedarkan si dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya..
Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana.. Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta.. Tolong sabarkan si dia, bila jarak mejadi penyebab bertambah rindunya..
Tolong pesan padanya, aku tidak mahu menjadi fitnah besar kepadanya.. Tolong pesan padanya, aku tak mahu menjadi puncak kegagalannya.. Tolong pesan padanya, aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya..
Tolong khabarkan pada si dia, aku tidak mahu melekakan dia.. Tolong khabarkan pada si dia, aku mahu dia berjaya dalam impian dan cita-citanya.. Tolong khabarkan pada si dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku..
Tolong sampaikan pada si dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga.. Tolong sampaikan pada si dia, cinta kerana Allah tidak ternilai harganya.. Tolong sampaikan pada si dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa.. Tolong sampaikan kepada si dia kerana aku tidak mampu memberitahunya sendiri… Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa si dia..
Moga pesananku sampai padanya walau aku sendiri tidak mengetahui siapa dan dimana si dia..Moga dia seekor lebah yang sentiasa memuji keagungan Yang Maha Kuasa memasuki taman larangan dengan sopan santunnya dan bertemu mawar berduri yang terjaga oleh tuannya..Simpanlah pesanan ku ini sehingga engkau bertemu diriku suatu hari nanti…
HAWA dicipta dari tulang rusuk ADAM, bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasnya… untuk dipuja dan diagung-agungkan, bukan juga dari kakinya untuk dijadikan alasnya… untuk dihina dan dizalimi, melainkan dari sisinya untuk dijadikan teman hidup, dekat pada lengan untuk dilindungi, dan dekat di hati untuk dicintai.
Labels: cinta hikmah, hidup, islam, Renungan, Sekedar Kata, spirit
Read more!
|
posted by guzee @ 2:11 AM  |
|
|
|
| Tuesday, December 30, 2008 |
| Save Our Palestine |

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu… Bismillaahirrohmaanirrohiim
Yaa.. Rabb…ampunilah dosa kaum muslimin & muslimat, mukminin & mukminat, Yaa.. Rabb… jinakkan, satu padukanlah hati orang2 muslimin, Perbaikilah keadaan mereka,.. Tolonglah kaum muslimin untuk melawan musuh2-Mu…, dan musuh2 mereka… Yaa.. Rabb…, laknatlah orang2 kafir yang mendustakan para rasul-Mu & membunuh para kekasih-Mu…… Yaa.. Rabb… cerai beraikan kesatuan kata mereka .. Hancur leburkan kekuatan mereka,… Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang2 yg penuh dengan dosa….. Yaa.. Rabb…Sesungguhnya kami memohon perlindungan kepada-Mu… Sayangi saudara/I kami di Palestina Yaa Rabb… mereka d bantai Yaa.. Rabb…
TAKBERR!!!!!!!! Allahu…..Akbar….!!!!!!!!
Saudaraku… Di Penjuru Bumi Sana, Saudara Kita di Dzholimi Masihkah Kita Pantas Berhura-Hura Saat Ini Di Saat Mereka di Sana Meregang Nyawa Satukan Doa Kita
—————————————
Allohu akbar..allohu akbar…!!!! BangkitLah wahai saudara2xku d bumi palestina…. walaupun kami tdk bs ikut dlm barisan perjuangan kalian…kami tdk akan perNah berhenti untuk sll mendoakan agar kalian diberi “kekuatan” dlm menghadapi ini… yg jls “JANJI ALLAH ADALAH NYATA”…
—————————————–
“in tanshurulloha yansuhurkum”! Yakinlah dengan janji Allah ini! siapa yang bisa mengalahkan perjuangan para pejuang yang sekutunya adalah Allah? TIDAK ADA!!! Allohu Akbar!!! —————————————–
Khaybar Khaybar Ya Yahuud, Jaisyu Muhammad Saufa Ya’uud! Labels: hidup, islam, palestina, Renungan, Sekedar Kata, waktu
Read more!
|
posted by guzee @ 9:41 AM  |
|
|
|
| Monday, December 29, 2008 |
| Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah |
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu…
Alhamdulillah ….ikhwahfillah…kita telah sampai pada tahun baru 1430 Hijriyah Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah ya…, Maafkan segala khilaf & salah ya…. Semoga kita memperoleh ampunan untuk dosa², serta memperoleh petunjuk untuk sll istiqomah insyaa’Allah…, semoga memperoleh kemudahan, kelapangan dan jalan yang terbaik untuk semua urusan insyaa’Allah… Dan tak lupa jua kita berdo’a untuk keselamatan saudara² kita di Palestina sana serta dibelahan bumi lainnya…insyaa’Allah… Mari jadikan momentum Tahun Baru ini menjadi Tahun Perbaikan serta Peningkatan amal sholeh kita semua insyaa’Allah…. Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua…. Sehingga kita dapat ikhlas dan istiqomah di Jalan-Nya. Allahumma Aamiiiiin.. Fii amanillah… -------------------------------------- Ya...smg bkn sekedar "merayakan"-nya saja. Namun, menyadari esensi dr setiap pergantian antar waktu tersebut. Apa yg tlah kita perbuat, kita lakukan, kita amalkan, kita tinggalkan...dsb. Sudahkah menuju arah yg Haq, atw malah sebaliknya. Bercermin diri tuk merenungi perjalanan waktu yg tlah lalu & segenap lipahan karunia yg tlah dititipkan-Nya kpd kita slm ini. Hingga entah kapan Dia kan mengambilnya kembali... Semoga yg lalu menjadi pengalaman & pelajaran buat kita kedepannya...agar menjadi lebih baik lagi. Amin Allahumma Amin. (repost dr Sdri Muslim di dunia maya ; UFR)
Labels: hidup, i, islam, Renungan, waktu
Read more!
|
posted by guzee @ 1:32 AM  |
|
|
|
| Sunday, December 28, 2008 |
| Muhasabah Diri |

Illahi Rabbi… Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra Aku hanya sepotong rumput di padang-MU yang memenuhi bumi Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit-Mu yang tanpa batas
Rabbi… Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapan-MU Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi…hamba terus menggantungkan segunung harapan pada-MU
Tuhanku………….. Baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka-MU Betapa sadar diri begitu hina dihadapan-MU Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-MU Diri yang tangannya banyak maksiat ini, Mulut yang banyak maksiat ini, Mata yang banyak maksiat ini… Hati yang telah terkotori oleh noda ini…memiliki keninginana setinggi langit Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajah-Mu yang mulia???
Tuhan… Kami semua fakir di hadapan-MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada-MU Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku…. Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya
Mungkin tanpa kami sadari , kami pernah melanggar aturan-MU Melanggar aturan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah Yang telah Engkau percayakan kepada kami…Ampunilah kami
Pertemukan kami dalam syurga-MU dalam bingkai kecintaan kepada-MU ya Ilahi Rabbi…. Siangku tak selalu dalam iman yang teguh Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat, Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada-MU Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada-Mu atau….dalam maksiat kepada-MU “Ya Tuhanku Tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!”
Dari saudara untuk saudara “Perbaiki diri Serulah Orang Lain” ~ Selamat menghijrahkan hati, jiwa & raga kita menjadi lebih baik. Mari kita songsong Tahun Baru 1430 H, dgn penuh ikhtiar, tawakkal & optimisme ~
Labels: hidup, life, Renungan, Sekedar Kata, waktu
Read more!
|
posted by guzee @ 6:52 AM  |
|
|
|
| Friday, November 28, 2008 |
| KISAH NYATA: Akhirnya Cintaku Berlabuh karena Alloh (KUDU BACA ... ) |
 Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya. Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan, “Maaf...” dan berlalu begitu saja meninggalkanku. Betapa malunya aku terhadap teman-teman yang berada di sekitarku. “Ini cewek kok jual mahal banget !” Padahal begitu banyak cewek yang justru berlomba-lomba mau jadi pacarku. Dia, mau kenalan saja tidak mau !” ujarku. Dari kejadian itu aku menjadi penasaran dengan gadis tersebut. Lalu aku mencari tahu tentangnya. Ternyata dia adalah anak tunggal sahabat rekan bisnis papa. Setiap ada acara pertemuan di rumah gadis itu, aku selalu ikut bersama papa. Gadis itu bernama Nina, kuliah di Fakultas Kedokteran dan dia anak yang tidak suka berpesta, berfoya-foya, dan keluyuran seperti cewek kebanyakan di kalangan kami. Aku pun jarang melihatnya jika aku pergi ke rumahnya; dengan berbagai alasan yang kudengar dari pembantunya: sakitlah, lagi mengerjakan tugas, atau kecapaian. Pokoknya, dia tidak pernah mau keluar. Hingga suatu hari aku dan papa sedang bertamu ke rumahnya. Pada saat itu, Nina baru saja pulang dengan busana muslimahnya yang rapi, terlihat turun dari mobil. Namun belum jauh melangkah dia pun terjatuh pingsan dan mukanya terlihat sangat pucat. Kami yang berada di ruang tamu bergegas keluar dan papanya pun menggendong ke kamar serta meminta tolong kami untuk menghubungi dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter, Nina harus dirawat di rumah sakit.
Keesokan harinya, aku datang ke rumah sakit bermaksud untuk menjenguknya. Betapa kagetnya aku ketika kutahu Nina terkena leukimia (kanker darah). Aku bertanya, “Kenapa gadis selembut dan sesopan dia harus mengalami hal itu ?”. Perasaan kesalku padanya kini berubah menjadi kasihan dan khawatir. Setiap usai kuliah, kusempatkan untuk datang menjenguknya. Aku mendapatinya sering menangis sendirian. Entah itu karena tidak ada yang menjaganya atau karena penyakit yang diderita.
Beberapa hari di rumah sakit, Nina memintaku keluar setiap kali aku masuk. Aku pun mendatanginya di rumah, tapi dia tidak pernah mau keluar menemuiku dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Aku tidak menyerah begitu saja, kucoba menelpon Nina dan berharap dia mau bicara denganku. Namun, dia tetap tidak mau mengangkat telpon dariku, lalu kukirimkan SMS padanya agar dia mau menjadi pacarku, tetapi tidak ada balasan malah HP-nya dinonaktifkan semalaman.
Keesokan harinya aku nekat datang ke rumahnya untuk meminta maaf atas kelancanganku. Ternyata ia akan berangkat ke Makasar, ke kampung orang tuanya. Karena orang tuanya tak dapat mengantarnya, aku pun menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi Nina lebih memilih naik taksi dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain. Sebelum naik ke mobil, dia menitipkan kertas untukku kepada mamanya.
Alangkah hancur hatiku ketika membaca sebait kalimat yang berbunyi, “Maaf saat ini aku hanya ingin berkonsentrasi kuliah.” Hatiku remuk dan aku pulang dengan perasaan kesal sekali. Ini pertama kalinya aku ingin pacaran, tapi ditolak. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan hubungan seperti pacaran itu karena begitu banyak dampak negatifnya, sampai ada yang rela bunuh diri karena ditinggalkan kekasihnya –na’udzubillahi min dzalik.
Namun entah mengapa ketika aku melihat Nina hatiku pun tergoda untuk menjalin hubungan itu. Sejak perpisahan itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai gelar sarjana aku raih. Lalu aku pun bekerja di perusahaan milik keluargaku sebagai satu-satunya ahli waris. Melihat ketekunanku dalam bekerja, papa Nina ,menyukaiku hingga hubungan kami menjadi akrab dan kuutarakanlah maksudku bahwa aku menyukai Nina, anaknya, dan ternyata papa Nina setuju untuk menjadikanku sebagai menantunya.
24 Oktober 2006, bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, aku dan orang tuaku bersilaturahmi ke rumah keluarga Nina dengan maksud untuk membicarakan perjodohan antara aku dan Nina. Tapi pada saat itu Nina baru dirawat di rumah sakit sejak bulan Ramadhan. Saat kutemui, Nina terlihat sangat pucat, lemah, dan senyumannya seakan menghilang dari bibirnya. Hari itu orang tua kami resmi menjodohkan kami. Bahkan aku diminta untuk menjaganya karena orang tuanya akan berangkat ke luar negeri. Tetapi Nina tidak pernah mau meladeniku.
Suatu hari aku mendapati Nina terlihat kesakitan, terlihat darah keluar dari hidung dan mulutnya. Aku bermaksud untuk membantu mengusap darah dan keringat yang ada di wajahnya, tetapi secara spontan dia menamparku pada saat aku menyentuh wajahnya. Betapa kaget diriku dibuatnya, aku tidak menyangka sama sekali Nina akan manamparku. Sungguh betapa istiqomahnya dia dalam menjaga kehormatan untuk tidak disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Saat itu aku belum mengetahui tentang masalah ini dalam agama.
Kejadian tersebut secara tak sengaja terlihat mama Nina maka Nina pun dimarahi habis-habisan hingga sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kulihat Nina segera melepas infusnya dan berlari menuju kamar mandi. Nina pun mengurung diri di kamar mandi tersebut. Dengan terpaksa kami mendobrak pintu kamar mandi dan kami dapati Nina tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar.
Setelah sadar, aku berusaha bicara dan meminta maaf kepadanya atas kejadian tadi, namun Nina terus-terusan menangis. Aku pun bertambah bingung apa yang mesti aku lakukan untuk menenangkannya. Tanpa pikir panjang aku memeluknya, tapi Nina malah mendorongku dengan keras dan berlari keluar dari kamar menuju taman. Ketika kudekati Nina berteriak hingga menjadikan orang-orang memukulku karena menyangka aku mengganggu Nina. Karena itulah, Nina semalaman tidur di taman dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Setelah waktu subuh menjelang kulihat Nina beranjak untuk melaksanakan shalat shubuh di masjid, aku pun turut shalat. Namun setelah shalat, tiba-tiba Nina menghilang entah kemana.
Aku mencarinya berkeliling rumah sakit tersebut. Dan lama berselang kulihat banyak kerumunan orang dan ternyata Nina sudah tak sadarkan diri tergeletak dengan HP berada di sampingnya, sepertinya dia bosan telah berbicara dengan seseorang. Keadaan Nina saat itu sangat kritis sehingga pernafasannya harus dibantu dengan oksigen. Kata dokter, paru-paru Nina basah yang mungkin diakibatkan semalaman tidur di taman.
Nina tak kunjung juga sadar. Dengan perasaan khawatir dan bingung aku berdoa dengan menatap wajahnya yang pucat pasi...
Tiba-tiba ada sebuah SMS yang masuk ke HP Nina, tanpa sadar aku pun membaca dan membalas SMS tersebut. Akku juga membuka beberapa SMS yang masuk ke HP-nya dan aku sangat terharu dengan isinya, tenyata banyak sekali orang yang menyayanginya. Di antaranya adalah orang yang bernama Ukhti. Dulu sebelum aku mengetahui Ukhti adalah panggilan untuk saudari perempuan, aku sempat cemburu dibuatnya. Aku mengira Ukhti itu adalah pacar Nina yang menjadi alasan dia menolakku. Setelah Nina tersadar dari pingsannya, aku menunjukkan SMS yang dikirimkan saudari-saudarinya dan dia sangat marah ketika tahu aku sudah membaca dan membalas SMS dari saudari-saudarinya. Dia pun akhirnya melarangku untuk memegang HP-nya apalagi mengangkat atau menghubungi saudari-saudarinya.
Namun, tetap saja aku sering ber-SMS-an dengan saudari-saudarinya untuk mengetahui kenapa sikap Nina begini dan begitu. Dari sinilah aku mendapat sebuah jawaban bahwa Nina tidak mau bersentuhan apalagi berduaan denganku karena aku bukan mahramnya dan Nina menolak untuk berpacaran serta bertunangan denganku karena di dalam Islam tidak ada hal-hal sepeti itu dan hal itu merupakan kebiasaan orang-orang non Muslim.
Aku tahu juga Nina mencari seorang ikhwan yang mencintai karena Alloh bukan ats dasar hawa nafsu. Akhirnya aku tahu kan sikap Nina selama ini semata-mata dia hanya ingin menjalankan syariat Islam secara benar. Hari berlalu dan aku terus belajar sedikit demi sedikit tentang Islam dari Nina dan saudari-saudarinya, terutama dalam melaksanakan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Saat itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman selama menjalankannya dan menimbulkan perasaan rindu kepada Alloh untuk senantiasa beribadah kepada-Nya.
Niatku pun muncul untuk segera menikahi Nina agar tidak terjadi fitnah, namun kondisi Nina semakin memburuk. Dia selalu mengigau memanggil saudari-saudarinya yang dicintainya karena Alloh.....
Melihat hal itu, aku membawanya ke kota Makassar, kampung mama kandung Nina untuk mempertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarulloh (atas kehendak Alloh), aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada kondisi Nina semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga aku pun haus dirawat di rumah sakit. Orang tua Nina datang dan membawanya kembali ke kota Makassar tanpa sepengetahuanku karena pada saat itu aku juga diopname.
Di kota Makassar, Nina diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa Nina kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar. Rumah sakit dan rumah yang ditempati Nina dirahasiakan. Dan Nina pun tak tahu di manakah ia berada. Karena kondisinya masih lemah, diapun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yag satunya agar tidak tahu di mana keberadaaannya, karena papanya tidak ingin ada akhwatyang menjenguk Nina. Sampai HPnya pun diambil dari Nina.
Namun, karena Nina masih mempuny HP yang ia sembunyan dari papanya, sehingga beberapa kali Nina berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, akhirnya Nina dikurung di dalam kamar. Mendengar hal itu, aku langsung menyusul Nina ke Makassar dan aku sempat bicara dengannya dari balik pintu. Nina menyuruhku untuk menemui seorang ustadz di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan ustadz tersebut aku pun diajak ta’lim beberapa hari dan aku menginap di sana.
Papa Nina menyangka Nina telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah, aku jelaskan duduk perkaranya kepada papa Nina, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.
Hari Kamis, 24 November 2006. Kami melangsungkan pernikahan dengan sagat sederhana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar ustadz sekalian shalat dhuhur. Betapa senangnya hatiku, akkhirnya aku bisa merasakan cinta yang tulus karena Alloh. Semoga kami bisa membentuk keluarga sakinah mawaddah, wa rahmah dan senantiasa dalam ketaatan kepada Alloh.....Itulah doaku saat itu.
Sepulang dari mengantar ustadz, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati Nina yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, dari hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah. Dan tangannya terlihat ada goresan. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, diperjalanan, kondisi Nina terlihat sangat lemah. Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar akku harus tetap di jalan yang diridhai-Nya sambil memegang erat tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan Nina yang terus berdzikir sambil menangis.....Dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya dimana ?
Setibanya di rumah sakit, aku bertanya-tanya kenapa tangan Nina tergores. Aku pun menulis SMS kepada saudari-saudari Nina. Ternyata, tangan Nina tergores ketika hendak menemui saudari-saudainya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, Nina ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannya tergores. Nina tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau Nina bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan dia tidak menyadari kalau hari telah larut malam. Dia Cuma berkata, “Pengin ketemu saudariku karena sudah tak ada waktu lagi.” Berhubung Nina masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah bebrapa saat melangkah.
Aku benar-benar kaget dan bingung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani Nina. Akhirnya, aku menghubungi salah seorang saudarinya untuk menemani. Setelah aku dan dokter tiba, Nina sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat Nina tidak lagi berdaya.... Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira Nina telah tiada, makanya aku segera menulis SMS kepada saudari Nina untuk memberitahu bahwa Nina telah tiada. Namun begitu dokter keluar, masya Alloh !
Denyut jantung Nina kembali beredetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari Nina tapi baterai HP-ku habis dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga.....
Jam 11.30, perasaanku mengatakan Nina memangilku, maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar Nina. Kutatap wajah Nina bersamaan dengan kumandang adzan shalat Jum’at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah Nina berharap dia akan membuka matanya.
Begitu lafadz laa ilaaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa Nina telah tiada. Aku berteriak memanggil dokter, tapi qadarulloh istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shalat Jum’at, lalu diterbangkan ke rumah papanya di Malaysia. Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajah Nina. Wajahnya terlihat berseri.....
Aku harus merelakan semua ini, aku harus kuat dan menerima takdir-Nya. Teringat kata-kata Nina, “Berdoalah jika memang Alloh memangilku lebih awal dengan doa, “Ya Alloh, berilah kesabaran dan pahala dari musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik.” Setelah pemakaman, aku langsung balik ke Jakarta karena kondisiku yang kurang stabil...Astaghfirullah !!! aku lupa memberitahu saudari-saudari Nina. Mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan, hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa Nina benar-benar talah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari mereka yang mereka cintai karena Alloh. Dari ketiga saudari Nina, ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, mengapa sikapnya seperti itu ?
Sekiranya mereka tahu, bahwa sebelum kepergiannya, Nina selalu memanggil nama mereka, tentulah mereka semakin sedih. Dalam HP Nina terlihat banyak SMS yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari Nina memaafkan kesalahannya dan kesalahan diriku pribadi.
“Salam sayang dari Nina tu kakak Rini, Sakinah, dan Aisyah serta akhwat di Makassar. Teruslah berjuang menegakkan dakwah ilallah. Syukran atas perhatian kalian....”
*****
Tak beberapa lama setelah kisah ini dimuat di Media Muslim Muda Elfata, redaksi Elfata menerima SMS dari seorang ukhti, saudari Nina. Isi SMS tersebut adalah, “Afwan , mungkin perlu Elfata sampaikan kepada pembaca mengenai kisah ‘Akhirnya Cintaku Berlabuh karena Alloh’ di mana Kak Nina telah meninggal dan kini Kak Adhit pun telah tiada. Kurang lebih 2 pekan (Kak Adhit –red) dirawat di rumah sakit karena penyakit pada paru-parunya. Sebelum sempat dioperasi, maut telah menjemputnya. Ana menyampaikan hal ini karena masih banyak yang mengirim salam, memberi dukungan ke Kak Adhit yang kubaca di Elfata dan beberapa orang yang kutemui di jalan juga selalu bertanya, Kak Adhit bagaimana ? Ana salah satu ukhti dalam cerita tersebut...Syukran.”
PERCIK RENUNGAN
Subhanalloh ! Kisah Adhit dan Nina di atas dapat kita jadikan sebuah cermin untuk berkaca. Renungkanlah keteguhan Nina untuk tak meladeni tawaran cinta asmara yang tak terselimuti indahnya syariat. Padahal Nina adalah seorang yang sedang membutuhkan dukungan, pertolongan, dan sandaran bahu tempat menangis. Nina berprinsip, meski dalam situasi sesulit apapun, kemurnian syariat tetap harus dijaga dan diamalkan.
Gelombang kesulitan tak harus menjadikan kita surut dalam berkonsisten dengan syariat ini. Bahkan bisa jadi kesulitan demi kesulitan yang kita alami menjadi parameter seberapa jauh kita telah mengamalkan ajaran agama ini. Di lain sisi, ketidaktahuan seseorang akan syariat ini seringkali menjadikan pelakunya bertindak tanpa adanya rambu-rambu yang telah dicanangkan agama.
Namun, bisa jadi ketidaktahuan akan syariat ini menjadi titik awal seseorang merasakan indahnya agama dan manisnya iman sebagaimana yang terjadi pada Adhit, ikhwan yang menceritakan kisahnya ini. Semoga Alloh merahmati mereka, menerima ruh mereka berdua dan menjadikan mereka berdua termasuk hamba-hamba-Nya yang shalih yang dijanjikan surga-Nya. Amiin.
Sumber: Kumpulan KISAH NYATA UNGGULAN Majalah ELFATA ‘Seindah Cinta ketika Berlabuh’, 2008, FAtaMeDia
"...Sungguh Allah kan memberi kemuliaan pada setiap hambanya yg senantiasa istiqomah di jalan taqwanya..." (guzee)
Labels: bijak, cerita, hidup, Renungan, spirit
Read more!
|
posted by guzee @ 7:20 AM  |
|
|
|
| Tuesday, November 25, 2008 |
| Toek : Sobat²ku sekalian... |
assalamu alaikum...
Sebelumnya saya ingin meminta maaf pd slrh rekan & sobat²ku dimanapun berada. Bbrp wkt lalu sy terkadang "sering" mengirim message offline via YM kpd rkn² sklian. Isinya ya sptr pesan kalimat taujih, pesan moral, motivasi & doa. Tdk ad tendensi atw keniatan dlm diri sy tuk pamer ato sok menggurui terlebih merasa diri paling baik dlm beribadah. Naudzubillah. Cara ini, hanya skdr memanfaatkan media komunikasi yg kita miliki tuk sama² berpesan dlm kebenaran maupun kebaikan. Tiada manusia yg sempurna & luput dr khilaf, termasuk diri sy pribadi. Maka dr itu, sy mhn maaf bila ad rekanyg merasa tdk berkenan atw tersinggung dgn kehadiran pesan² tsb.Tuk rekan² yg men-support, jazakallahu ahsanul jaza. Smg Allah ridha akan perjalanan ini... "...Ya Rabb, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati - hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu tuk menyeru di jalan-Mu & berjanji tuk membela syariat-Mu. Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkan jalannya & penuhi dengan cahaya-Mu, lapangkan dadanya dengan limpahan iman & keindahan tawakkal kepada-MU, hidupkan dengan Ma'rifat-Mu, & wafatkan dalam syahid di jalan-MU."
wassalam...Labels: About me, Renungan, Sekedar Kata
Read more!
|
posted by guzee @ 11:24 AM  |
|
|
|
| Monday, November 10, 2008 |
| ...Jejak Langkah... |

Renung fikiranmu, ia menjadi kata²... renung kata²mu, ia menjadi perbuatan... renung perbuatanmu, ia menjadi amalan... renung amalanmu, ia adalah sifat dirimu...
Mencermati setiap jejak langkah kehidupan kita, kembali kan tersadar akan makna "keberadaan" kita dlm kehidupan ini. Terkadang arah pikiran kita melayang entah kemana, lantunan kata kita terucap begitu saja, perbuatan kita bak punggawa dalam tahta, terkadang pula amalan kita itu² saja...Apakah itu sifat kita yg sebenarnya???
Nikmat umur, waktu, kesempatan, dan berbagai nikmat yg sdh lama kita rasakan dlm perjalanan hidup ini akankah menjadi wahana kita tuk mengukir sejarah? Atau kita hanya sekedar numpang lewat dlm kehidupan ini!! Semua terpulang kepada pribadi kita masing². "Kita yg menanam, kita pulalah yg kan menuai...", begitu mungkin kata pepatah kita. Dunia ulat...dunia kupu²...dunia manusia. Apakah ada persamaannya??
Ya ada, kita masih sama² berada di dunia. Tempat & waktunya mungkin berbeda, namun hakikatnya sama. Ibarat alur metamorfosis seekor ulat yg menjijikkan pada akhirnya menjadi seekor kupu² nan indah. Begitulah kiranya hidup kita. Makna "keberadaan" kitalah yg menjadi tolak ukur akan semua itu.
" Hidup bukanlah untuk hidup, tapi untuk yang maha hidup, hidup juga bukan untuk mati, tapi sesungguhnya, mati adalah untuk hidup yang sebenarnya"
(gz) Demangan ba'da subuh Labels: About me, Renungan, spirit
Read more!
|
posted by guzee @ 2:04 AM  |
|
|
|
| Sunday, November 9, 2008 |
| Sekedar Berbagi & Mengingatkan.... |
Assalaamu'alaikum, ...
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah ". "Tekan 1 untuk 'meminta'. Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'. Tekan 3 untuk 'mengeluh'. Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'. "
Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
" Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
" Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat, Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail, Tekan 2. Dengan malaikat lainnya, Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu, Tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!! "
Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari ."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi ."
Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi .
Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini:24434 2 : Shalat Subuh 4 : Shalat Zuhur 4 : shalat Ashar 3 : shalat Maghrib 4 : shalat Isya
Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh 8 : Shalat Dhuha 4 : shalat Zuhur 4 : shalat Ashar 3 : shalat Maghrib 4 : shalat Isya 8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya) 3 : Shalat Witir
Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya. Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya
Sabda Rasulullah S.A.W : " Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut " 7 Kalimah ALLAH:
1. Mengucap " Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu. 2. Mengucap "Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu. 3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut. 4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok. 5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah " jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini. 6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah. 7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .. mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.
dari seorang rekan...
Labels: hidup, life, Renungan, spirit, waktu
Read more!
|
posted by guzee @ 7:03 AM  |
|
|
|
|
| nEw DaY...nEw LiFe...nEw SpIrIt... |
Kadang manusia itu terlalu sibuk memikirkan apa yang dipikirkan orang lain terhadap dirinya, kenapa jarang sekali dia mau berpikir apa yang dipikirkan Allah SWT terhadap dirinya. Walaupun langkahku kecil saat ini, apapun itu kusyukuri dengan Alhamdulillah Berusaha…dan terus berusaha semampu yang bisa dilakukan iringi dengan niat yang baik panjatkan doa pada Allah SWT Sekali lagi walaupun langkah itu kecil setidaknya dah ada perubahan yang bisa aku lakukan terhadap ibadahku, kehidupan pribadiku, karirku dan itu butuh kesabaran… Yaa…perjalanan waktu manusia tiada yg kan tau hingga dimana. Bersyukur, mungkin kata yg pantas kita panjatkan pada-Nya atas nikmat usia ini. Semoga ke depan kan lebih baik…Smg nikmat usia yg tersisa menjadi keberkahan & manfaat dunia akhirat. Amin. It’s new day…new life…new spirit "ISTIQOMAH DLM USAHA, SABAR DLM COBAAN, TAWAKKAL DLM PENGHARAPAN" Labels: hidup, life, Renungan, Sekedar Kata, spirit, waktu
Read more!
|
posted by guzee @ 1:30 AM  |
|
|
|
| Friday, May 16, 2008 |
| ...Jalan Hidup... |

Hidup bagai lorong waktu tanpa henti
tiada yg tahu dimana ujung perjalanan fana ini tiada yg tahu berapa lama kita menjalaninya tiada pula yg tahu dgn kondisi apa besok kita kan mengakhiri perjalanan itu...
Setiap insan memiliki beragam peristiwa yg berbeda walau dalam 1 dimensi yang sama terkadang terpuruk & hina karena bangga akan dunia yg sementara terkadang tersungkur haru mengharap belas kasih-Nya...
Ya ... bila waktu telah berhenti teman sejati hanyalah amal Ya ... bila waktu telah berhenti teman sejati tinggallah sepi...
Akankah kutemukan teman sejati....yang kan menemaniku hingga saat nanti? Akankah kutemukan teman yang hakiki membersamai perjalanan ini?
Ya Rabb...Ya Rahman Engkaulah Yang Maha Kasih & Pemurah Beri hamba kekuatan melangkahi perjalanan ini dgn Ridho-Mu Beri hamba kesabaran atas semua duri & kerikil yg tersebar Bimbinglah hamba menuju Jalan-Mu, jalan kaum Mukminin dan hindarkan hamba dari tipu daya syaitan Hanya pada-Mu kami berserah & hanya pada-Mu lah kami memohon ampun Sesungguhnya kami hanyalah hamba-Mu yg hina Ghufronaka ya Rabbi...
Ba'da subuh, Ambarukmo Labels: Renungan
Read more!
|
posted by guzee @ 7:14 AM  |
|
|
|
|
| About Me |
|
![]()
Nama: Guzee
Alamat: Yogyakarta
Tentang Saya:
Klik di sini
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
|
| My friends |
|
| My Forum |
|
|
| Yahoo Messenger |
| |